Jathilan Panji Mudho Lelono
SIDA Today 09 Juni 2017 12:43:16 WIB
Jathilan Panji Mudho Lelono Padukuhan Cabe
BOTODAYAAN (SIDA) - Jathilan adalah kesenian yang telah lama dikenal oleh Masyarakat Yogyakarta dan juga sebagian Jawa Tengah. Jathilan juga dikenal dengan nama kuda lumping, kuda kepang, ataupun jaran kepang. Tersemat kata “kuda” karena kesenian yang merupakan perpaduan antara seni tari dengan magis ini dimainkan dengan menggunakan properti berupa kuda-kudaan yang terbuat dari anyaman bambu (kepang).
Dilihat dari asal katanya, jathilan berasal dari kalimat berbahasa Jawa “jaranne jan thil-thilan tenan,” yang jika dialihbahasakan ke dalam bahasa indonesia menjadi “kudanya benar-benar joget tak beraturan ”. Joget beraturan (thil-thilan) ini memang bisa dilihat pada kesenian jathulan utamanya ketika para penari telah kerasukan.
Sejarah Jatilan
Kesenian tari jathilan dahulu kala sering dipentaskan pada dusun-dusun kecil. Pementasan ini memiliki dua tujuan, yang pertama yaitu sebagai sarana menghibur rakyat sekitar, dan yang kedua juga dimanfaatkan sebagai media guna membangkitkan semangat rakyat dalam melawan penjajah.
Ada beberapa cerita awal sejarah mengenai jatilan. Versi pertama menceritakan jatilan adalah kesenian yang mengisahkan perjuangan Raden Patah dibantu Sunan Kalijaga dalam melawan penjajahan Belanda. Sebagaimana yang kita ketahui, Sunan Kalijaga adalah sosok yang acap menggunakan budaya, tradisi dan kesenian sebagai sarana pendekatan kepada rakyat, maka cerita perjuangan dari Raden Patah itu digambarkan kedalam bentuk seni tari jathilan.
Versi terahkir adalah jatilan merupakan cerita Panji Asmarabangun, yaitu putra dari kerajaan Jenggala Manik. Tatkala yang disampaikan adalah cerita mengenai Panji Asmarabangun, maka penampilan para penaripun menggambarkan tokoh tersebut, baik aksesoris pun gerakannya. Sebagai contoh aksesorisnya adalah mengenakan gelang tangan, gelang kaki, ikat pada lengan, kalung, menyengkelit keris, dan tentu saja mengenakan mahkota yang acap disebut “kupluk Panji.
dari situlah masyarakat Botodayaan yang setia dan selalu ikut serta melestarikan budaya Jawa di Padukuhan Cabe ada Jathilan "Panji Mudho Lelono" pernah Lomba di Tingkat Kabupaten Juara 2 se Kabupaten Gunungkidul.
untuk yang mau menggunakan pentas jathilan tersebut baik event Rasulan, Sunatan, Mantu, /Pernikahan, atau acara@ yang lain bisa menghubungi
Alamat Sekretariat : Cabe, RT 02 RW 16 Botodayaan Rongkop Gunungkidul,
WA/SMS : 082322380031
Pimpinan : Bp. Lesus
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Bototlogo Tancap Gas, PBB Lunas Diserahkan ke Kalurahan
- Kamis Pon Botodayaan, Pamong Kenakan Gagrag Ngayogyakarta di Penanda Keistimewaan
- Dukuh Cabe Tuntaskan PBB, Bukti Komitmen Dukung Pembangunan
- Apel Integritas Botodayaan, Irda Tegaskan Bukan Momok, Tapi Mitra Pemerintah Kalurahan
- Jelang Purna Tugas, Dukuh Kenteng Tuntaskan Kewajiban PBB 2026
- PPDB Botodayaan Lepas Purna Tugas Dua Dukuh, Dilepas dengan Penuh Haru
- Menjelang Berbuka, PPDB Botodayaan Gelar Pengajian: Perkuat Kerukunan dalam Keluarga dan Masyarakat
INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT
CHANNEL BOTODAYAAN
LURAH BOTODAYAAN
INFOGRAFIS 2025















