Tak Sekadar Desa Biasa, Botodayaan Punya Goa, Petilasan, hingga UMKM Tas Kelas Nasional

SIDA Today 10 Januari 2026 11:53:17 WIB

Botodayaan (SID) - Pemerintah Kalurahan Botodayaan terus mendorong penguatan sektor wisata berbasis budaya, religi, dan UMKM lokal, memiliki beragam potensi wisata. Dari sisi wisata religi dan budaya, Botodayaan dikenal memiliki goa-goa alami yang belum terjamah serta Petilasan Bei Citrowongso yang berada di Padukuhan Karang. Petilasan ini menjadi salah satu situs sejarah dan spiritual yang sering dikunjungi peziarah maupun masyarakat yang ingin mengenal jejak sejarah leluhur Botodayaan. 

Lurah Botodayaan, Wasija, menyampaikan bahwa Pemerintah Kalurahan Botodayaan terus berkomitmen mengembangkan potensi wilayah, khususnya sektor wisata yang hingga kini masih belum tergarap secara optimal.

“Ke depan, potensi wisata Botodayaan yang belum terjamah akan kami garap bersama melalui koordinasi dengan dinas terkait. Kami juga akan mengajukan proposal agar kegiatan pengembangan wisata tersebut dapat memperoleh dukungan pembiayaan yang memadai,” ujar Wasija.

Menurutnya, pengembangan wisata berbasis budaya, religi, dan UMKM lokal diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan Botodayaan secara lebih luas di tingkat regional maupun nasional.

Selain wisata religi, Botodayaan juga mengembangkan wisata berbasis ekonomi kreatif dan UMKM. Di Padukuhan Sambilor Sentra Industri, wisatawan dapat menjumpai UMKM pengrajin tas lokal yang memproduksi berbagai jenis tas dengan kualitas baik dan desain khas. Produk unggulan tersebut dikenal dengan merek Shoutheas Bag yang berlokasi di Padukuhan Sambi Lor,  dan telah menjadi kebanggaan masyarakat setempat.

Agus Subrata, saat di temui TIM SID, pemilik UMKM Shoutheas Bag yang berlokasi di Padukuhan Sambi Lor, menyampaikan bahwa produk tas lokal Botodayaan telah mampu bersaing dan menembus pasar luar daerah.

“Alhamdulillah, Shoutheas Bag pernah mengikuti pameran di Jakarta Convention Center yang difasilitasi oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Gunungkidul, dan Rumah BUMN Kab Gunungkidul. Dari sana, produk kami semakin dikenal luas,” ujar Agus Subrata.

Ia menambahkan, hingga saat ini Shoutheas Bag tidak hanya melayani pasar lokal, namun juga menerima pesanan dari luar pulau.

“Saat ini kami juga sedang mengerjakan pesanan tas dari Papua. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kualitas dan mengembangkan UMKM Botodayaan,” tambahnya.

Keberhasilan UMKM Shouthas Bag tersebut menjadi bukti bahwa potensi ekonomi kreatif Botodayaan mampu berkembang seiring dengan penguatan sektor wisata budaya dan religi, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Tak hanya itu, wisatawan yang berkunjung ke Botodayaan juga dapat menikmati beragam kuliner UMKM lokal, baik oahan makanan yang dikemas maupun cepat saji yang diolah langsung oleh warga, menghadirkan cita rasa khas pedesaan yang autentik dan ramah di kantong.

Pamkal mengajak masyarakat luas untuk “Ayo Dolan Nang Botodayaan”, menikmati keindahan alam, kekayaan budaya dan religi, serta mendukung produk UMKM lokal. Diharapkan, langkah ini mampu meningkatkan kunjungan wisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.

 

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung

INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT

CHANNEL BOTODAYAAN

LURAH BOTODAYAAN

INFOGRAFIS 2025

PEMKAL BOTODAYAAN 2025

CAMPURSARI GUNUNGKIDUL

JADWAL SHOLAT INDONESIA

https://tafsirweb.com/jadwal-sholat

---------- TANGGAL ----------

Waktu di DI Yogyakarta:

- WAKTU INDONESIA BARAT -