Tumpeng Meyek Warisan Budaya Botodayaan yang diadakan sebelum Matahari Terbit

SIDA Today 14 Januari 2026 19:29:14 WIB

TUMPENG MEYEK: WARISAN BUDAYA BOTODAYAAN YANG DIADAKAN SEBELUM MATAHARI TERBIT

Botodayaan (SID) – Tumpeng Meyek merupakan tradisi luhur yang menjadi panduan bagi Lurah dan masyarakat Botodayaan dalam menjalankan kehidupan, dengan makna mendalam terkait semangat Pangarso Projo yang selalu ditaati di wilayah kalurahan ini. Tradisi ini mengajarkan pentingnya suka cita dan saling peduli antar warga, serta diharapkan dapat memberikan pertolongan dan kebaikan di dunia maupun akhirat.

Acara yang merupakan bagian dari prastowo tradisi rasul ini selalu diikuti dengan kembul bujono (makan bersama) yang diadakan di dalam kantor Lurah saat beliau menjabat. Tumpeng Meyek disajikan untuk seluruh masyarakat yang berkumpul, biasanya dilakukan pada pagi hari menjelang matahari terbit. Makna filosofisnya adalah bahwa seorang pemimpin harus selalu lebih awal bergerak, menjemput rejeki, dan mengayomi seluruh lapisan masyarakat agar kehidupan menjadi sejahtera dan penuh semangat.

Sebagai budaya yang telah turun temurun, Tumpeng Meyek diadakan satu kali setahun pada hari Rebo Kliwon, tepat sebelum matahari mulai muncul di ufuk timur.

 

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung

INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT

CHANNEL BOTODAYAAN

LURAH BOTODAYAAN

INFOGRAFIS 2025

PEMKAL BOTODAYAAN 2025

CAMPURSARI GUNUNGKIDUL

JADWAL SHOLAT INDONESIA

https://tafsirweb.com/jadwal-sholat

---------- TANGGAL ----------

Waktu di DI Yogyakarta:

- WAKTU INDONESIA BARAT -