Berangkat dari Desa Botodayaan, Pujiyantara Bawa Budaya Indonesia Menembus Belanda
SIDA Today 27 Januari 2026 13:36:56 WIB
Warga Botodayaan, Pujiyantara, S.Pd Kenalkan Lemper dan Sarung di Sekolah Belanda
Belanda (SID Botodayaan) — Warga Botodayaan, Pujiyantara, S.Pd., yang berasal dari Padukuhan Wuluh Botodayaan Rongkop Gunungkidul, mengikuti kegiatan kunjungan keluarga sekaligus job training/magang di PLAN International Belanda selama tiga bulan. Dalam masa on the job training tersebut, Pujiyantara mendapat kesempatan berharga untuk terlibat langsung dalam berbagai aktivitas edukatif di kantor pusat PLAN International serta kegiatan kunjungan ke sejumlah sekolah di Belanda.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah kunjungan ke sekolah-sekolah setempat dengan mengusung tema “Traditional Food & Cloth”, yang bertujuan mengenalkan makanan dan pakaian tradisional Indonesia kepada para siswa dan guru.
Dalam kegiatan tersebut, Pujiyantara memperkenalkan lemper, makanan tradisional khas Indonesia yang terbuat dari ketan dan dibungkus daun pisang. Ia menjelaskan secara langsung bahan-bahan, cara pembuatan, filosofi penggunaan daun pisang, hingga cara menikmati lemper dengan benar. Presentasi dilakukan secara interaktif sehingga para siswa dapat memahami budaya Indonesia tidak hanya dari rasa, tetapi juga dari nilai tradisional yang menyertainya. Selain makanan tradisional, Pujiyantara juga mengenalkan sarung sebagai salah satu busana khas Indonesia. Ia menjelaskan sejarah sarung, waktu pemakaian, fungsi sosial-budaya, serta cara mengenakan sarung dalam berbagai aktivitas masyarakat Indonesia.
Antusiasme tampak jelas dari para siswa dan guru di sekolah-sekolah yang dikunjungi. Mereka menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap budaya Indonesia dan mengaku mendapatkan pengalaman serta wawasan baru yang jarang ditemui dalam pembelajaran sehari-hari.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pertukaran budaya, tetapi juga memperkuat pemahaman lintas negara tentang keberagaman dan kekayaan tradisi Indonesia di kancah internasional.
“Saya sangat bersyukur mendapat kesempatan ini. Mengenalkan lemper dan sarung bukan sekadar memperkenalkan makanan dan pakaian, tetapi juga menyampaikan nilai budaya, kebersamaan, dan identitas bangsa Indonesia. Antusiasme siswa dan guru di sini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya pribadi,” ujar Pujiyantara, S.Pd.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Bototlogo Tancap Gas, PBB Lunas Diserahkan ke Kalurahan
- Kamis Pon Botodayaan, Pamong Kenakan Gagrag Ngayogyakarta di Penanda Keistimewaan
- Dukuh Cabe Tuntaskan PBB, Bukti Komitmen Dukung Pembangunan
- Apel Integritas Botodayaan, Irda Tegaskan Bukan Momok, Tapi Mitra Pemerintah Kalurahan
- Jelang Purna Tugas, Dukuh Kenteng Tuntaskan Kewajiban PBB 2026
- PPDB Botodayaan Lepas Purna Tugas Dua Dukuh, Dilepas dengan Penuh Haru
- Menjelang Berbuka, PPDB Botodayaan Gelar Pengajian: Perkuat Kerukunan dalam Keluarga dan Masyarakat
INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT
CHANNEL BOTODAYAAN
LURAH BOTODAYAAN
INFOGRAFIS 2025















