mbok Mo tekuni bisnis ini sejak tahun 1950
SIDA Today 08 Juni 2020 13:14:21 WIB
Sebagai salah satu pembuat tempe godong yang masih bertahan di Desa Botodayaan mbok Mo terus berusaha agar ketrampilan yang di tekuni sejak tahun 1950 ini tidak punah. Ditengah harga bahan baku kedelai yang mahal mbok mo tetap berinovasi agar makanan khas orang kampung ini tetap ada setiap hari ketika maayarakat menikmati makan. Salah satu pengrajin tua yg ada di Botolor Botodayaan ini sudah berumur 90 tahun namun tetap semangat setiap pekan menghabiskan 1 kwintal kedelai.
Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Musim Rejeki di Utara Karang, Petani Botodayaan Panen Kacang
- Karya Anak Desa, Solusi Petani: Bengkel Las Amanah Ciptakan Perontok Padi
- Basah oleh Hujan, Hangat oleh Kebersamaan: Kapolsek Baru Rongkop Temui Warga Sambilor
- Terima Kasih atas Amanah dan Kepedulian, Masjid As-Subhan Hampir Rampung
- Selamat Memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW
- Isra Mi’raj 1447 H, Pelayanan Kalurahan Botodayaan Dilanjutkan Senin Depan
- Langit Kelabu dan Hujan Lebat, Warga Botodayaan Diminta Tetap Waspada
INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT
CHANNEL BOTODAYAAN
LURAH BOTODAYAAN
INFOGRAFIS 2025
















